bahaya file transfer P2p

Koneksi internet cepat sudah umum digunakan untuk saling berbagi file. Biasanya mereka akan mengunggah file yang ingin di sharing ke dalam cloud dan kemudian membagikan URLnya pada orang yang membutuhkan file tersebut.

Pemilik file bisa mengatur sistem sharingnya tersebut secara publik (semua orang bisa mengakses) atau hanya orang yang memiliki URL saja yang boleh mengakses.

Atau mereka juga bisa memasang password sehingga hanya orang tertentu yang bisa membuka atau mengunduh file tersebut.

Selain melalui mediacloud , banyak juga pengguna internet yang memanfaatkan aplikasi peer 2 peer (P2P) untuk membagikan filenya pada orang lain. Lalu, apakah bedanya?

Berbeda dengan drive di mana Anda harus melakukan unggah file sebelum bisa membagikannya pada pihak lain, dengan peer 2 peer Anda tidak perlu melakukan hal tersebut.

Cukup dengan membuat sebuah folder khusus yang nantinya akan bebas diakses oleh sesama pengguna peer 2 peer.

Setelah folder dibuat, hubungkan folder tersebut dengan perangkat lunak peer 2 peer dan kemudian file yang ada dalam folder tersebut bisa diakses oleh sesama pengguna.

Terlihat lebih sederhana dan mudah bukan? Apalagi jika file yang mau Anda bagi berukuran cukup besar.

Resiko transfer file dengan P2P

Sayangnya, kemudahan ini memiliki risiko yang cukup besar bagi Anda. Sebab, file yang ada di dalam folder tersebut akan bersifat open publik atau semua pengguna P2P bebas mengaksesnya.

Selain itu, tidak ada jaminan apakah file yang disebarkan bebas dari risiko malware. Bahkan keberadaan P2P bisa menjadi jalan mudah bagi hacker untuk memasukkan worm atau virus ke dalam perangkat komputer Anda.

Penggunaan P2P sebagai media sharing file juga sudah mendapat perhatian khusus bahkan oleh FBI. Sebab seringkali P2P dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas ilegal.

Misalnya saja seperti saling berbagi konten yang terkait dengan pelanggaran hak cipta, seperti file bajakan. Lebih parahnya lagi, banyak juga yang memanfaatkan P2P untuk saling berbagi konten pornografi.

Tidak adanya batasan usia dalam penggunaan P2P membuat siapa saja bisa dengan mudah melakukan hal tersebut, termasuk anak yang masih di bawah umur.

Bahkan, banyak juga oknum tidak bertanggungjawab yang dengan sengaja melabeli file milik mereka dengan nama yang kemungkinan banyak dicari oleh orang padahal isinya adalah konten pornografi. Dengan begitu, Anda mungkin saja akan tidak sengaja mengunduh file pornografi meskipun tidak bermaksud melakukannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here