fbpx
Bagikan

Dalam permainan bulutangkis/badminton, raket merupakan peralatan penting yang harus dipersiapkan, guna menunjang performa dalam bertanding. Pemilihan raket harus disesuiakan dengan kegunaan juga kemampuan, style dan kebiasaan  masing-masing pemain. Hal ini karena kebutuhan, style dan kebiasaan juga kemampuan setiap pemain berbeda-beda. Raket adalah salah satu alat yang digunakan untuk memukul bola dalam permainan tenis, bulutangkis dan tenis meja. Di dalam bulutangkis atau badminton, raket adalah alat untuk memukul kok yang berbentuk bidang oval, berjaring dan bergagang.

Seperti disebutkan di atas, pemilihan raket haruslah sesuai dengan karakteristik setiap penggunanya, begitu pun  dengan jenis raket. Jenis raket bulutangkis dapat dibedakan sesuai dengan fitur yang dimilikinya, yaitu bobot raket (ringan dan berat), titik keseimbangan, tekanan senar, dan jenis dan ukuran grip atau pegangan.

Jenis-Jenis Raket Bulutangkis/Badminton

  1. Berat raket

Raket bulutangkis/badminton memiliki bobot yang berbeda-beda Biasanya berkisar antar 80 gram hingga 100 gr. Bobot raket dalam bulutangkis/badminton dilambangkan dengan huruf ‘U’. Dengan semakin kecil angka di belakang U, maka raket tersebut semakin tinggi bobotnya. Pada mumnya bobot raket bulutangkis terbagi menjadi beberapa macam, yaitu:

  • 4U: 80 – 84 gr
  • 3U: 85 – 89 gr
  • 2U: 90 – 94 gr
  • 1U: 95 – 100 gr
  1. Titik Keseimbangan

Raket bulutangkis/badminton dapat juga dibedakan berdasarkan pada titik keseimbangan yang dimilikinya. Titik keseimbangan dari sebuah raket dapat diketahui dan dilakukan dengan mudah. Caranya adalah dengan meletakkan bagian tengah tangkai raket di atas jari. Berikut perbedaannya yang dikategorikan menjadi tiga macam, yaitu:

  • head-heavy balance,
  • head-light balance,
  • even balance.

Raket Yonex Astrox

  1. Tekanan Senar

Tekanan senar pada sebuah raket pada umumnya dihitung dalam lbs yaitu satuan massa yang biasa disebut juga dengan pon. Tekanan senar pada raket dapat diuji dengan cara menekankan telapak tangan kita ke atas. Tekanan senar raket yang disarankan adalah 22 hingga 23 lbs untuk pemain bulutangkis/badminton pemula. Dan kedalaman cekungan senar raket yang ideal digunakan oleh kebanyakan pemain adalah 1 mm.

  1. Grip

Grip atau pegangan tangan pada  raket terdiri oleh dua faktor utama, yaitu jenis dan ukuran. Untu pegangan raketnya sendiri terbuat dari dua pilihan material, yaitu handuk dan sintetis. Dari kedua material pada pegangan raket tersebut memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Ukuran grip pada raket dilambangkan dengan huruf G. Ukuran grip tersebut terdiri dari empat macam, yaitu G2, G3, G4, dan G5.

Selain mengetahui jenis –jenis raket di atas, pemilihan raket juga penting berdasarkan merk nya. Merk raket bulutangkis/badminton terbaik memiliki kemampuan dan spesifikasi yang baik, karena kemampuannya telah teruji sehingga bisa mempengaruhi performa pemainnya. Seperti raket yang dipakai oleh para atlet bulutangkis/badminton. Raket yang dipakai mereka masing-masing mempunyai kemampuan yang berbeda-beda sesuai dengan spesifikasinya.

Raket Kevin Sanjaya

gambar: 360Badminton

Sebagai contoh raket Kevin Sanjaya yang dipakai saat bertanding di olimpiade Tokyo 2020, yaitu raket dengan merk Yonex Astro 88S dengan kode AX88S. Yonex Astro 88S terbuat dari bahan baku atau material graphite yang mempunyai daya rekat serat grafit dan resin. Di seluruh body termasuk juga frame-nya, raket tersebut mengadopsi material Namd.

Raket Kevin Sanjaya ini mampu menghasilkan kecepatan kok bertambah smapi 7,1%. Dan juga bobotnya memiliki bobot yang lebih ringan sebesar 60% dari bobot raket yang lainnya, sehingga raket ini cocok buat pemain yang suka  bermain netting seperti Kevin Sanjaya. Harga dari dari Yonex Astro 88S adalah sekitar 3 juta.

Bagikan