Perbedaan Online Shop dengan Marketplace

ecommerce

Tak dapat dipungkiri jika saat ini memasuki abad ke 21 tepatnya tahun 2018 banyak ahli di dalam dunia teknologi maupun ahli di dalam bidang lainnya mengatakan bahwa manusia memasuki era modernisasi yang berkembang sangat pesat.

Hal tersebut terbukti dari beragam teknologi yang semakin hari semakin canggih yang meliputi hampir seluruh aspek kehidupan manusia seperti misalnya alat komunikasi, alat kebutuhan rumah tangga, hingga adanya perkembangan jaringan internet.

Memang pada faktanya jaringan internet merupakan salah satu inovasi di dalam dunia teknologi informasi dan komunikasi yang sangat berguna bagi manusia.

Sebab dengan adanya jaringan internet yang hampir mencakupi seluruh wilayah di muka bumi ini, hal tersebut tentunya akan memudahkan terjalinnya komunikasi dan tersebarnya informasi penting secara cepat tanpa ada hambatan seperti waktu dan tempat.

Adanya jaringan internet di kehidupan sehari-hari sudah terbukti dapat memberikan banyak kemudahan diantaranya komunikasi jarak jauh dapat terjalin kapanpun atau dimanapun, penyebaran informasi dari berbagai belahan dunia semakin cepat, hingga banyaknya orang yang memanfaatkan jaringan internet untuk perdagangan secara online melalui marketplace.

Seperti yang kita ketahui bahwa dewasa ini, perkembangan perdagangan berbasis online memang sedang berkembang sangat pesat bahkan laju perkembangannya seakan sudah tidak terkontrol lagi.

Hal tersebut secara umum dikarenakan salah satu faktor yang berperan penting dimana perdagangan berbasis online dapat menambah jumlah customer secara signifikan dalam waktu yang singkat dibandingkan dengan perdagangan yang dilakukan secara konvensional.

Perbedaan Online Shop dengan Marketplace

perbedaan online shop dan marketplace

Salah satu hal yang perlu anda ketahui sebelum memulai membangun bisnis secara online adalah perbedaan mendasar antara toko online atau online shop dengan bisnis online yang menggunakan marketplace sebagai sarana utamanya.

Toko online sendiri merupakan salah satu jenis kegiatan usaha yang paling mendasar di dalam dunia perdagangan secara online.

Dimana pada umumnya toko online didirikan oleh satu orang atau lebih yang berperan sebagai penjual, pembuat platform toko online melalui website, dan menjadi kru operasional di dalam menjalankan berbagai kegiatan perdagangan secara online.

Sehingga pada umumnya toko online hanya memiliki satu aspek utama yakni business to customer atau yang biasa dikenal dengan B2C.

Pemilik toko online juga nantinya akan memegang tanggung jawab penuh atas seluruh kegiatan perdagangan yang terjadi pada website yang dimiliki seperti misalnya proses pemesanan produk, proses pembayaran produk, dan proses pengiriman barang ke tangan customer.

Sehingga tentunya toko online akan lebih sulit berkembang karena untuk mendapatkan kepercayaan konsumen tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

Jika membangun dan memiliki sebuah toko online dirasa terlalu susah dan ribet untuk anda, maka anda bisa menggunakan fitur marketplace yang saat ini banyak tersedia secara gratis yang bisa anda manfaatkan dengan mudah.

Fitur ini sendiri pada dasarnya memiliki arti atau fungsi sebagai sebuah wadah atau sarana yang besar dimana para penjual dapat menjajakan produk dagangannya dan secara otomatis platform ini nantinya akan menyediakan pembeli bagi para penjual yang telah memiliki akun keanggotaan.

Pada dasarnya konsepnya sama seperti pasar tradisional dimana terdapat sebuah wadah yang dinamakan pasar, yang nantinya penjual dapat dengan bebas menjajakan barang dagangannya dan pembeli secara otomatis akan datang ke tempat tersebut untuk memenuhi kebutuhannya.

Dimana bedanya platform ini dijalankan secara online sehingga penjual dan pembeli tidak harus bertatap muka secara langsung.

Tiga Aspek Utama Marketplace

Perlu anda ketahui bahwa di dalam menjalankan kegiatan perdagangan secara online, platform ini memiliki tiga aspek utama yang sangat melekat.

Aspek pertama adalah B2C atau yang merupakan singakatan dari business to customer dimana nantinya para pedagang bisa langsung berinteraksi dengan para konsumen secara online di dalam melakukan penjualan produk atau penawaran produk melalui berbagai macam fitur tambahan yang disediakan seperti misalnya chatting atau berkirim pesan melalui email.

Aspek kedua adalah B2B atau yang merupakan singakatan dari business to business dimana proses jual beli secara online nantinya tidak hanya akan terjadi antara penjual dan konsumen saja.

Seperti yang anda ketahui bahwa marketplace merupakan salah satu wadah utama dimana ribuan bahkan jutaan pebisnis online berkumpul di dalam satu platform yang sama. Sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa kegiatan jual beli juga bisa terjalin antara sesama penjual.

Aspek yang terakhir yakni C2C atau yang merupakan singkatan dari customer to customer dimana melalui platform ini sesama konsumen memiliki kemungkinan untuk menjalin komunikasi seperti misalnya saling memberikan review mengenai sebuah toko online yang terdaftar di dalam platform tersebut atau memberikan review produk yang didaptkan melalui platform tersebut.

Sehingga dapat kita lihat bahwa ketiga aspek tersebut tentunya dapat memberikan manfaat yang besar baik bagi para pebisnis online maupun bagi konsumen itu sendiri.

Sudah cukup jelas? Silahkan bertanya tentang perbedaan online shop dengan marketplace di kolom komentar!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *