mobil matic

 

Mobil dengan transmisi matik banyak disukai oleh masyarakat saat ini, terutama pada masyarakat yang berada di area perkotaan. Sebab, mobil ini sangat nyaman dan praktis untuk dikendarai.

Apalagi perawatannya juga tidak sulit, hanya perlu melakukan ganti oli mesin secara rutin dan perawatan berkala lainnya. Berbeda dengan mobil matik zaman dulu yang dianggap merepotkan karena perawatan yang dibutuhkan jauh lebih rumit dan mahal.

Memang, mengendarai mobil matik jauh lebih mudah dibandingkan dengan mobil manual. Meskipun begitu, bagi Anda yang baru saja akan belajar mengendarainya, ada baiknya jika mengetahui beberapa hal penting berikut:

  • Transmisi

Transmisi atau gigi pada mobil matik berbeda dengan mobil manual, meskipun ada beberapa yang sama. Seperti gigi “R” untuk mundur dan “N” untuk netral. Pada mobil matik, Anda akan menemukan beberapa gigi lain yang tidak ada pada transmisi manual, di antaranya yaitu:

  • “D” atau “3” (Bisa berbeda pada setiap jenis mobil): Adalah gigi maju. Dalam kondisi melaju normal, Anda hanya perlu menggunakan gigi ini saja kecuali jika berada di tanjakan atau turunan yang cukup curam.
  • “P”: Adalah gigi yang digunakan untuk parkir. Ketika tuas transmisi berada pada posisi ini, mobil tidak akan maju ataupun mundur meskipun didorong paksa. Itulah sebabnya, ketika Anda sedang parkir paralel, sangat dilarang jika Anda menggunakan gigi ini.
  • “2”: Adalah gigi yang setara dengan giggi 2 pada mobil manual. Gigi ini bisa digunakan ketika mobil berada di jalan menanjak atau turunan dengan tingkat kemiringan sedang.
  • “L” atau “1”: Adalah gigi paling rendah atau setara dengan gigi 1. Gigi ini bisa Anda gunakan pada jalan menanjak atau menurun dengan tingkat kemiringan yang cukup curam.
  • Overdrive (OD)

Overdrive merupakan fitur yang hanya ada pada mobil dengan transmisi matik saja. Dalam kondisi off, mobil yang melaju akan terbatas pada gigi 3 saja. Sementara jika OD diaktifkan, maka gigi bisa mencapai 4. Biasanya OD diaktifkan ketika Anda melaju dengan kecepatan di atas 60 Km/jam secara konstan seperti saat di tol.

Namun yang perlu diperhatikan, banyak orang yang merasa bingung dengan fitur ini karena lampu indikasinya. Pada umumnya, lampu indikator yang menyala menandakan aktifnya sebuah fitur, tetapi tidak berlaku pada OD.

Sebab, ketika lampu indikator bertuliskan “OD Off” menyala, artinya fitur ini sedang tidak aktif. Dan ketika Anda mengaktifkannya, maka lampu indikator akan mati. Ingatlah bahwa fitur ini hanya boleh diaktifkan ketika kecepatan sudah memenuhi syarat, jika tidak maka akan mempercepat kerusakan komponen mobil Anda.

  • Posisi kaki

Banyak orang yang mengendarai mobil matik dengan menggunakan dua kaki, padahal ini sangat tidak disarankan. Sebab ditakutkan Anda akan merasa bingung ketika harus menginjak pedal rem mendadak karena suatu hal.

Ada baiknya jika Anda mengistirahatkan kaki kiri dan hanya mengaktifkan kaki kanan Anda. Ini sangat penting untuk mencegah Anda menginjak pedal gas saat ingin menginjak pedal rem.

Nah, semoga proses belajar berkendara Anda lancar setelah mengetahui hal di atas ya! (Vita)

Share this to your friends