fbpx
Bagikan

Popularitas sepeda sebagai transportasi alternatif perkotaan untuk kebutuhan commuting atau hanya sekadar untuk mencari keringat di akhir pekan sedang meningkat sejak pandemi berlangsung. Saya adalah salah satu orang yang akhirnya larut dalam tren tersebut dan akhirnya memilih sepeda sebagai sarana mencari keringat dan (semoga) menjadi alat transportasi utama kelak.

Awalnya saya sama sekali tidak mengerti sepeda apa yang akan saya beli, terlebih budget saya terbatas. Namun salah seorang teman menyarankan apabila budget terbatas, ada baiknya membeli sepeda polygon atau sepeda united yang merupakan 2 merk sepeda terbaik di Indonesia untuk mencapai keamanan dan kenyamanan bersepeda.

Saya adalah orang dengan tinggi lebih dari 180cm dengan berat sekitar 90kg. Ya, pandemi seperti ini membuat saya kian membuncit karena kasur terlalu dekat dengan tempat saya bekerja. Setelah saya diberikan tips memilih sepeda oleh teman, saya langsung hunting diseluruh penjuru marketplace barang bekas. Ya, barang bekas karena budget saya benar-benar tipis sekali.

Sepeda Pertama

Singkat cerita, pilihan akhirnya jatuh pada sepeda polygon Xtrada 6 Size L ukuran 27,5, karena pada saat itu penjual tidak jauh dari tempat tinggal dan harganya masuk dengan permesinan atau gropset mumpuni. Sepeda Polygon Xtrada 6 merupakan sepeda mtb polygon yang mana memiliki tapak ban lebar, pada saat itu saya hanya berfikir untuk mencari sepeda yang sanggup untuk menopang berat badan yang membesar ini.

Setelah beberapa lama menggunakan sepeda polygon xtrada 6, saya merasa sepeda mtb kurang cocok untuk gaya bersepeda saya yang mana lebih sering berada di aspal, meskipun tujuan bersepeda kami memang ke arah pegunungan.

Polygon Path 3

Akhirnya saya memutuskan untuk mencari sepeda urban / hybrid untuk mendukung kegiatan bersepeda gravel ini. Saya tidak mencari sepeda gravel karena disamping harganya yang lumayan mahal, saya juga tidak nyaman dengan stang dropbar ala sepeda gravel. Dan pilihan jatuh kepada sepeda polygon path 3.

Singkat cerita lagi, saya mendapatkan sepeda polygon path 3 tahun 2019 size L bekas yang sudah full aksesoris lengkap dengan butterfly handlebar ala sepeda touring. Lantas mengapa saya memilih Polygon Path 3?

Beberapa Faktor Memilih Polygon Path 3

polygon path 3 2019 butterfly

Harga

Tentu saja faktor utama memilih sepeda ini adalah harganya yang sangat ‘price to performance‘. Mengapa saya menyebut demikian? karena murah dan mahal itu sangat relatif. Awalnya pilihan saya adalah polygon heist 5 yang mana telah menggunankan groupset Shimano Deore persis seperti Polygon Xtrada 6 yang saya miliki. Namun tentu saja dengan groupset yang lebih mutakhir dan dengan fork suspensi, heist 5 memiliki harga lebih tinggi dibanding path 3.

Groupset Ratio

Sepeda Polygon Path 3 2019 dilengkapi dengan groupset Shimano Acera dan Shimano Altus 3×9 speed yang mana sangat mendukung segala jenis medan. Karena saya tidak suka ngebut (tidak bisa lebih tepatnya) dan ingin bersepeda disegala kondisi jalan dan elevasi, maka polygon path 3 sangat cocok untuk saya. Terbukti memang polygon path 3 sangat nyaman di tanjakan dan di jalan datar bagi saya.

Ban 700c Smallblock

Salah satu yang membuat saya jatuh cinta dengan polygon path 3 adalah ban smallblocknya. Sepeda urban ini memiliki ban veetire speedster berukuran 700c x 40c yang mana untuk saya ini sangat nyaman karena tidak terlalu tipis dan tidak terlalu lebar sehingga tenaga yang saya keluarkan sepadan dengan kecepatan yang saya dapatkan. Dan juga, dengan ban seperti ini akan sangat percaya diri melintasi jalan rusak sekalipun.

Design

Tadinya saya mau menulis Geometri, namun pengetahuan saya terkait geometri sebuah sepeda tidak memadai. Jadinya, Ini adalah faktor yang paling subjektif, saya sangat suka melihat design dari sepeda polygon path 3 ini. Entah kenapa terlihat sangat kokoh bagi saya dengan top tube berbentuk agak pipih, dan downtube yang besar. Warnanya juga tidak terlalu mencolok, untuk seri 2019 ini berwarna abu-abu seperti kendaraan saya yang lainnya. Pokoknya jika sudah dilengkapi dengan fender dan panier depan belakang, rasanya ingin touring terus. hehe

Kekurangan Polygon Path 3

Tentu saja polygon path 3 tidak sempurna, setidaknya untuk saya. Berikut ini beberapa kekurangan polygon path 3 akan tetapi saya tetap cinta sepeda ini. hehe

Fork

Untuk beberapa orang, fork rigid yang disematkan di sepeda polygon path 3 sangatlah sempurna. Namun, untuk saya yang sedari awal bersepeda terbiasa dengan fork bersuspensi dan sering melewati jalan rusak, fork rigid ini tidaklah nyaman. Memang, untuk jalanan menanjak, fork rigid ini sangat-sangat ringan jika dibandingkan dengan fork bersuspensi. Sayangnya saya lebih sering bertemu jalan rusak sehingga rasanya sangat tidak nyaman dengan fork ini.

Bobot

Karena Frame Polygon Path 3 dibuat menggunakan aluminium (AL), maka bobotnya tidak seringan Alloy (ALX), apalagi carbon. Ditambah lagi, crankset yang belum menggunakan teknologi hollowtech dan groupset masih menggunakan Shimano Acera dan Altus, membuat sepeda ini terasa lebih berat apabila di angkat jika dibandingkan dengan Xtrada 6. Tapi, siapa juga yang mau angkat sepeda?

Conclusion

Secara garis besar, Sepeda Polygon Path 3 ini sangat-sangat cocok untuk kamu yang suka bersepeda jarak jauh atau touring, dimana dalam perjalanan tersebut akan melewati beberapa jenis medan mulai dari jalan makadam, jalan rusak, tanjakan, aspal, tanah basah dan lain-lain. Sepeda ini sangat mumpuni dengan harga yang sangat-sangat kompetitif.

Akhir kata terima kasih telah membaca sampai selesai. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kamu yang sedang bingung mau membeli sepeda apa. Mohon maaf apabila ada kesalahan kata baik yang disengaja atau tidak.

Tulisan ini tidak disponsori oleh Polygon atau siapapun, ini adalah murni peengalaman pribadi saya dalam menggunakan sepeda polygon path 3. Tapi, kalo polygon mau sponsorin sih boleh juga :p

Jangan sungkan untuk bertanya dan memberi tambahan informasi di kolom komentar, ya!

Bagikan