cek gula darah

Gula merupakan salah satu bahan makanan utama terutama untuk berbagai jenis kue. Bahkan, untuk kue dengan rasa asin atau gurih sekalipun, biasanya tetap menggunakan gula meskipun hanya sedikit.

Meskipun begitu, konsumsi bahan makanan ini harus selalu dibatasi walau Anda sedang dalam kondisi sehat sekalipun.

Bahkan jika memungkinkan, sangat disarankan jika Anda melakukan cek gula darah secara berkala beberapa bulan sekali. Sebab, dampak dari konsumsi gula berlebihan atau tingginya kadar gula dalam darah tidaklah main-main.

Diabetes, merupakan salah satu penyakit paling terkenal yang berkaitan dengan bahan makanan utaman tersebut. Padahal ternyata masih banyak penyakit lain yang risikonya bisa meningkat akibat konsumsi gula berlebihan, salah satunya yaitu Alzheimer.

Alzheimer merupakan salah satu jenis demensia yang menyebabkan masalah pada memori, kemampuan berpikir, dan perilaku penderitanya.

Gejala dari penyakit ini biasanya terjadi secara perlahan dan akan semakin memburuk seiring dengan berjalannya waktu. Sampai saat ini, Alzheimer termasuk ke dalam salah satu jenis penyakit yang tidak bisa diobati.

Lalu bagaimana hubungan penyakit Alzheimer ini dengan gula?

Berdasarkan hasil penelitian yang melibatkan 5.198 partisipan dalam jangka waktu 10 tahun dan dipublikasikan dalam Journal Diabetologia, menyatakan bahwa seseorang dengan kadar gula darah yang tinggi berisiko mengalami penurunan kemampuan kognitif lebih cepat dibandingkan dengan pemilik kadar gula normal.

Baik seseorang tersebut sudah divonis menderita diabetes ataupun tidak, intinya semakin tinggi kadar gula darah akan semakin tinggi pula risiko penurunan kemampuan kognitif yang terjadi.

Selain itu, penelitian lain juga dilakukan oleh Melissa Schilling, seorang profesor di New York University. Berdasarkan penelitian tersebut, seseorang yang menderita diabetes tipe 2 berisiko dua kali lipat terkena Alzheimer, tetapi hasil penelitian lain yang mengejutkan yaitu, penderita diabetes yang melakukan pengobatan dengan insulin tambahan ternyata juga memiliki risiko yang sama terkena Alzheimer.

Penyebabnya yaitu penderita diabetes dengan pengobatan insulin berisiko mengalami hiperinsulinemia atau peningkatan kadar insulin dalam tubuh yang berdampak pada risiko Alzheimer.

Menurut Schilling kondisi ini terjadi karena protein insulin dan amyloid yang menggumpal di otak dan menyebabkan Alzheimer terjadi.

Pada penderita diabetes yang tidak memiliki kemampuan untuk memproduksi insulin, enzim yang berfungsi untuk memecah gumpalan tersebut tidak bisa diproduksi.

Sementara pada seseorang dengan kadar insulin tinggi, enzim tersebut akan habis untuk memecah insulin yang berlebih sehingga tidak bisa lagi memecah gumpalan yang ada di otak. Itulah sebabnya, kedua kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya Alzheimer.

Hingga saat ini penelitian antara kaitan gula dengan Alzheimer masih terus dilakukan. Namun mengetahui bahaya dari gula ini, bukankah ada baiknya Anda mulai membatasi konsumsinya? Apalagi jika Anda termasuk kategori orang dengan risiko tinggi terkena diabetes. (Vita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here