ibu kota
Ibu kota Indonesia, Jakarta. (Foto: Istimewa)

Agustus 2019 silam, Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan perpindahan ibu kota ke Provinsi Kalimantan Timur, tepatnya di wilayah Kabupaten Penaham Paser Utara dan Kutai Kertanegara.

Keputusan ini diambil sebagai salah satu upaya untuk mengurangi kesenjangan di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa.

Melansir Katadata, alasan pemilihan wilayah tersebut ialah Pulau Kalimantan memiliki risiko minim terhadap bencana alam, terletak di lokasi yang strategis—tepat di tengah-tengah Indonesia, berada di antara dua kota yang sedang berkembang pesat—Balikpapan dan Samarinda, juga infrastruktur yang relatif lengkap.

Dapat disimpulkan bahwa ketetapan ini mempertimbangkan betul kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Nah, ternyata Indonesia bukan satu-satunya negara yang memindahkan ibu kota. Tiga negara di bawah ini bahkan sudah selesai memindahkan ibu kotanya sejak belasan tahun lalu. Negara manakah itu? Simak jawabannya dalam paragraf berikut!

Negara yang Pernah Pindah Ibu Kota

  1. Cote d’Ivore. Negara bekas jajahan Prancis di Afrika Barat ini juga dikenal dengan nama Ivory Coast atau Pantai Gading. Usai melepaskan diri sebagai koloni Prancis, pada 1933 Abidjan ditetapkan sebagai pusat pemerintahan negara ini. Hal ini didasari pada luas kota dan pergerakan ekonomi negara yang terpusat di kota tersebut. Akan tetapi, pada 1983, Presiden Felix Houphouet-Boigny memindahkan Ibu Kota Cote d’Ivore ke Yamoussoukro. Perpindahan tersebut tidak didasari oleh alasan sosio-ekonomi, melainkan hanya karena ia berasal dari kota itu. Meski demikian, setelah kematiannya, Ibu Kota Cote d’Ivore tetap di Yamoussoukro sampai sekarang, walau aktivitas ekonomi masih terpusat di Abidjan.
  2. Ibu kota Myanmar dulu terletak di Kota Rangoon. Namun, suatu ketika pada November 2005, pemerintah memindahkan ibu kota serta pekerja kenegaraannya ke Pyinmana, sekitar 300 kilometer di utara Rangoon. Menurut artikel dalam Mental Floss, bahkan, sejumlah petinggi pemerintahan hanya diberikan waktu selama dua hari untuk mengangkut anggota keluarga dan barang-barangnya ke Pyinmana. Anehnya, tak seorang pun tahu apa alasan dari perpindahan ibu kota tersebut. Beberapa waktu setelahnya, Kota Pyinmana dibaptis menjadi Naypyidaw.
  3. Ibu Kota Nigeria hingga 1991 adalah Lagos. Kota ini merupakan kota kedua terpadat di pesisir Nigeria. Selain alasan itu, Lagos juga memiliki kekacauan politik dan cuaca yang lembap dan panas. Oleh karena itu, pemerintah setempat membangun sebuah kota bernama Abuja sepanjang tahun 1980-an untuk dijadikan ibu kota baru. Abuja terletak 500 kilometer di timur laut Lagos.

Hmm, ternyata alasan perpindahan ibu kota negara-negara lain bukan semata karena sosio-ekonomi penduduknya, ya? (AP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here